2026.01.05
Berita industri
Pipa polietilen densitas tinggi (HDPE) banyak digunakan dalam sistem air kota, industri, dan perumahan. Siku Setara Butt Fusion HDPE memainkan peran penting dalam mengubah arah saluran pipa dan mempertahankan tata letak sistem. Kualitas pengelasan secara langsung mempengaruhi keandalan dan keamanan jangka panjang. Berbagai cacat dapat terjadi di lokasi karena faktor operator, peralatan, atau lingkungan. Memahami cacat umum ini membantu teknisi mencegah masalah dan menerapkan prosedur inspeksi yang efektif.
Jika permukaan pengelasan siku dan pipa lurus tidak sepenuhnya meleleh karena suhu pemanasan yang tidak mencukupi, waktu pemanasan awal yang singkat, atau tekanan yang tidak merata, dapat terjadi fusi yang tidak sempurna. Ini sering muncul sebagai rongga internal atau daerah yang tidak meleleh pada lasan. Cacat seperti itu mengurangi kekuatan sambungan, meningkatkan risiko pecah akibat tekanan tinggi atau dampak palu air.
Manik las berlebih terjadi ketika material yang meleleh melampaui kisaran desain, menyebabkan konsentrasi tegangan dan potensi gangguan pemasangan. Manik las yang tidak mencukupi berarti berkurangnya area kontak pada permukaan pengelasan, sehingga menurunkan kekuatan lokal. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan kebocoran dan retak tegangan selama pengoperasian jangka panjang.
Penjajaran siku dengan pipa lurus yang tepat sangat penting. Ketidaksejajaran dapat menyebabkan distribusi beban yang tidak merata di seluruh lasan, sehingga menyebabkan konsentrasi tegangan. Penyimpangan sudut sangat bermasalah pada jaringan pipa yang panjang, sehingga berpotensi mempengaruhi keseluruhan arah pipa dan keakuratan pemasangan.
Debu, minyak, kelembapan, atau kontaminan lainnya pada permukaan pipa dapat menghalangi fusi yang tepat, sehingga membentuk rongga mikro atau gelembung di dalam lasan. Lasan yang terkontaminasi lebih lemah dan lebih rentan terhadap kebocoran. Pembersihan permukaan yang tepat dan kondisi kering di lokasi sangat penting untuk pengelasan berkualitas tinggi.
Jika suhu pelat pemanas tidak merata atau tekanan tidak diterapkan secara merata, area tertentu mungkin akan meleleh secara berlebihan sementara area lainnya akan tetap tidak meleleh. Distribusi panas yang tidak merata menciptakan konsentrasi tegangan internal, yang berpotensi menyebabkan retakan mikro atau kegagalan pengelasan seiring waktu.
Setelah pengelasan, sambungan harus mendingin di bawah tekanan konstan sampai tercapai kekuatan yang cukup. Pelepasan tekanan yang terlalu dini atau pendinginan yang cepat dapat menyebabkan penyusutan yang tidak merata, retakan mikro, atau depresi permukaan. Cacat pendinginan sering kali muncul pada awal pengoperasian pipa, sehingga meningkatkan risiko pemeliharaan.
Kelembapan tinggi, suhu rendah, atau lingkungan berdebu dapat berdampak negatif terhadap kualitas pengelasan. Kelembapan atau debu dapat menempel pada permukaan pipa, sehingga menghambat fusi yang tepat. Suhu rendah memperlambat proses peleburan dan membutuhkan waktu pemanasan lebih lama. Pengelolaan lingkungan di lokasi yang efektif sangat penting untuk jaminan kualitas.
Penanganan yang tidak tepat selama pengelasan, seperti benturan selama pengangkutan siku, penerapan tekanan yang tidak merata, atau pergerakan sambungan sebelum pendinginan, dapat menyebabkan patah atau deformasi las. Kerusakan mekanis mengurangi kekuatan las dan meningkatkan risiko operasional.
TETAP BERHUBUNGAN